Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Notulen Rapat
Notulen adalah catatan atau laporan singkat mengenai pelaksanaan rapat, sidang atau pertemuan-pertemuan lainnya. Notulen ditulis oleh seorang Notulis atau siapa saja yang ditunjuk dalam rapat tersebut. Notulen berisi tentang aspek kegiatan selama rapat.
Notulen harus ditulis dengan teliti, cermat, jelas, benar dan tepat. Notulen merupakan sumber informasi sekaligus dokumen otentik. Notulen merupakan dasar pijakan dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya.
Beberapa hal yang harus diperhatikan seorang notulis agar hasil notulen lengkap adalah sebagai berikut :
1. Mengikuti setiap pembicaraan dengan penuh seksama.
2. Mencatat semua pembicaraan secara cermat, teliti dan tepat.
3. Catatan disusun secara sistematis untuk memudahkan dalam menyampaikan laporan.
4. Meneliti kembali hasil catatan.

Adapun isi notulen secara lengkap adalah sebagai berikut :
1. Jenis rapat
2. Acara rapat
3. Tempat dan tanggal pelaksanaan rapat
4. Waktu pelaksanaan rapat (dari awal akhir)
5. Pemimpin rapat
6. Jumlah peserta yang hadir
7. Ringkasan pembicaraan (pembicata 1, 2 dan seterusnya)
8. Usul dan saran
9. Keputusan atau kesimpulan
10. Tanda tangan sekretaris dan pemimpin.
Penggunaan Bahasa Indonesia Baku
Bahasa baku adalah ragam bahasa yang mempunyai ketepatan asas mengenai ejaan, tata bahasa, kosa kata dan istilah. Bahasa baku atau bahasa standar yang digunakan dalam situasi resmi sebagai berikut :
1. Komunikasi resmi : surat menyurat dan lain-lain.
2. Wacana teknis : buku pelajaran dan lain-lain.
3. Pembicaraan di muka umum : berpidato dan lain-lain.
4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati.

Penggunaan bahasa baku ditandai dengan ciri-ciri berikut :
1. Menghindari bentuk komunikasi atau kerancuan kata dan kalimat. Rancu berarti rusak atau kacau susunannya. Kerancuan ini terjadi karena mengambil sebagian dari bentuk kalimat/kata.
Contoh :
a. Diperlebar dan dilebarkan debentuk menjadi diperlwbarkan.
b. Saling memukul dan pukul-memukul menjadi bentuk saling memukul.
2. Menghindari pemakaian kata yang berlebihan (pleonasme)
Contoh :
a. Para bapak-bapak sekalian yang saya hormati (tak baku). Para berarti banyak, sekalian berarti lebih dari satu.
b. Kalimat yang baku menjadi : Bapak-bapak yang saya hormati atau para bapak yang saya hormati.
3. Menghindari pemakaian kalimat yan tidak bersubjek
Contoh :
a. Di SMK 9 mengadakan pameran lukisan (tak baku). Kalau dipolakan kalimat tersebut menjadi : Di SMK 9 / mengadakan / pameran lukisan.
K P O
b. SMK 9 mengadakan pameran lukisan. (baku).
S P K
Keterangan :
Di SMK 9 tidak menduduki fungsi subjek (S), melainkan keterangan tempat.
4. Menghindari pemakaian kata depan yang tidak perlu.
Contoh :
a. Sesuai dari pada ketentuan hukum.
b. Kepada para siswa berharap berkumpul di lapangan.
5. Menghindari pemakaian kalimat yang salah nalar.
Contoh :
a. Waktu dan tempat dipersilahkan (tak baku).
apak kepala sekolah dipersilahkan (baku)
b. Selamat HUT RI ke-62. (tak baku).
Selamat HUT ke-62 RI. (baku).
6. Menghindari penggunaan bentuk kata yang salah.
Contoh :
a. Ilmiawan (tak baku) d. ilmuwan (baku)
b. Mengetrapkan (tak baku) e. Menerapkan (baku)
c. Menyuci (tak baku) f. Mencuci (baku)
7. Menghindari pemakaian struktur bahasa daerah
Contoh :
a. Mobilnya ayahku baru. (tak baku)
b. Selamat datang atas kerawuhan. (tak baku)
c. Apa kamu tak makan? (tak baku)
d. Mobil ayahku baru (baku)
e. Selamat datang atas kehadiran Saudara (baku)
f. Apa kamu tidak makan? (baku).

Keterangan :
Kalimat di atas berasal dari struktur bahasa Jawa.
a. Mobile bapakku anyar.
b. Kerawuhan
c. Opo kowe ora mangan
d. kosa kata bahasa Jawa
e. Struktur bahasa Jawa
Berbicara
Pemandu diskusi
Pemandu diskusi atau moderator adalah orang yang memimpin jalannya diskusi. Seorang pemandu diskusi memiliki tugas sebagai berikut :
1. Membuka diskusi.
2. Menyampaikan tujuan diskusi.
3. Menguasai lalu lintas diskusi.
4. Menjadi motor penggerak, artinya dapat menjaga agar diskusi bergerak maju untuk mencapai sasaran.
5. Menjadi penengah apabila situasi diskusi telah keluar dari tujuan utama.
6. Menyimpulkan hasil diskusi.
7. menutup diskusi.

Selain memiliki beberapa tugas, seorang moderator juga diperlukan berbagai syarat, seperti :
1. Mengetahui aturan permainan diskusi.
2. Pandai menghidupkan suasana.
3. Taktis dalam berbicara.
4. Sabar dan tidak emosi.
5. Objektif, jujur dan tidak berat sebelah.
6. ramah tetapi tegas.
7. Menghargai setiap peserta diskusi.

Pelaksanaan diskusi dapat berjalan lancar dan menarik apabila seorang moderator memperhatikan beberapa hal berikut :
1. Mempersiapkan dengan matang.
2. Tepat dalam merumuskan makalah.
3. Untuk meyakinkan pendapat, moderator perlu memperhatikan contoh atau data.
4. Gerak-gerik, nada suara serta diksi menyesuaikan situasi dan kondisi.

C. Menulis
Menulis Proposal
Proposal adalah tulisan yang berisi usulan atau rencana suatau kegiatan dalam bentuk rancangan kerja. Rancangan tersebut biasanya disusun oleh organisasi, badan usaha atau kelompok orang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Urutan tersebut perlu mendapat persetujuan atau pengesahan dari pihak yang berwenang. Proposal harus memuat semua aspek kegiatan yang diusulkan. Aspek kegiatan tersebut harus diuraikan secara rinci agar dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk mendukung semua kegiatan, proposal dilengkapi dengan bukti-bukti otentik berupa : gambar, foto, denah, jadwal dan lain-lain.
Secara umum isi proposal meliputi :
1. Kata pengantar
Kata pengantar berisikan masalah yang melatarbelakangi suatu kegiatan yang diselenggarakan.
2. Tujuan kegiatan
Beberapa tujuan yang hendak dicapai
3. Jenis kegiatan
Berisi penjelasan tentang kegiatan yang dilakukan bersifat perorangan, organisasi, atau badan usaha.
4. Lokasi atau tempat kegiatan
Berisi dengan jenis tempat pelaksanaan kegiatan, untuk memperjelas dapat dilampirkan denah atau peta kegiatan.
5. Waktu pelaksanaan kegiatan
Berisi daftar atau jadwal kegiatan.
6. Anggaran biaya yang diperlukan
Berisi rincian penggunaan dana, jumlah, pemasukan dan pengeluaran.
7. Susunan panitia atau petugas
Daftar panitia dapat dilampirkan.
8. Harapan yang diinginkan
Misalnya, mohon bantuan dana dan lain-lain.
9. Lampiran-lampiran
Berisi/berupa denah, foto, daftar panitia dan lain-lain.
Menyimak
Menyimpulkan dan menyampaikan opini
Menyimpulkan pendapat berarti menetapkan pendapat (kesimpulan) berdasarkan uraian, wacana yang telah disimak, dibaca atau didengar.
Tteknik membuat simpulan dapat dibedakan menjadi 3 macam atau cara yaitu :
1. Secara deduktif
2. Secara induktif
3. Secara campuran
a) Menyimpulkan secara deduktif artinya memberikan pendapat yang didahului oleh pikiran utama (bersifat umum) dan diperjelas oleh pendapat yang bersifat khusus.
Contoh :
Penduduk desa Porong Sidoharjo menggelar aksi demo besar-besaran. Mereka menuntut ganti rugi rumah, tanah dan harta. Sampai saat ini ganti rugi yang dijanjikan belum terealisasi.
b) Menyimpulkan secara induktif artinya memberikan kesimpulan yang diawali dengan memberikan penjelasan dan diakhiri dengan pikiran utama.
Contoh :
Setiap hari ruang kelas I A bersih dan rapi. Begitu pula kelas I B terlihat nyaman dipandang. Dengan demikian bahwa penerapan kedisiplinan dan kebersihan di SMK ini sangat dilaksanakan dengan baik.
c) Menyimpulkan secara campuranartinya gagasan utama yang terdapat di awal diminculkan kembali di akhir simpulan sebagai penegas.
Contoh :
Penerapan nilai rata-rata UAN 5,00 pada tahun 2007 sangat memberatkan siswa. Untuk mencapai nilai rata-rata siswa harus mempersiapkan sejak dini dengan belajar giat.
Menerapkan nilai rata-rata tahun 2007 perlu dikaji ulang.